Selasa, 12 Juni 2012

Keluarnya STEVEN ADLER



StevenAdler(drum)
Steven Adler, lahir di Cleveland, Ohio 22 Januari 1965, merupakan satu dari “The Original Guns” Guns N’ Roses. Bergabung dengan tiga orang yang sudah berada dalam band  (Axl, Izzy dan Duff) bersamaan dengan Slash. Dengan bergabungnya dua orang terakhir inilah formasi terbaik GN’R terbentuk (The Original Guns). Namun dibalik cemerlangnya penampilan Adler, ternyata dia adalah pengguna narkoba terparah dalam band tersebut.
Duff McKagan yang faktanya meminum dua setengah gallon vodka dan menghisap seperdelapan ons kokain per-hari, dan Slash sang gitaris yang dianggap Axl sebagai “Raja Bir”. kedua orang ini memang sangat parah untuk ukuran orang biasa, namun ternyata ada seorang lagi yang lebih parah, yaitu Steven Adler. Axl Rose menyebut Adler sebagai “Pengguna Mariyuana paling besar yang pernah saya kenal”.
Berita besar tentang pemecatan Steven Adler sudah mulai berhembus sejak 1989, ketika 30 Januari 1989 GNR memenangkan American Music Awards 1989 kategori Favorite Pop Rock Single, Sweet Child O’ Mine berhasil menjadi nomor satu. Namun fans dan publik justru tertarik dengan penampilan GNR waktu itu yang menampilkan lagu “Patience” tanpa drummer mereka Steven Adler, Posisi drum waktu itu digantikan oleh Don Henley. Mereka berkata pada publik dan pers bahwa mereka tidak membawa Steven karena dia sedang terserang flu, namun pers sudah mencium bahwa Adler sebenarnya berada di pusat rehabilitasi narkoba.



7 April 1990, GNR akan manggung dalam pertunjukan Farm Aid IV di Indiana tempat kelahiran Axl Rose, namun berita yang jauh lebih besar berhembus adalah perseteruan Axl dengan Adler dan kabar burung bahwa Adler akan segera dipecat. Pada pukul 08:15, band tersebut naik ke panggung untuk menampilkan lagu baru Civil War (inilah untuk pertama kalinya CivilWar ditampilkan live di depan umum) dan satu lagu cover version Down On The Farm (lagu ini kemudian juga muncul dalam album Spagetti Incident!) karya UK Subs. Berita di luar penampilan mereka jauh lebih besar mengenai isu pemecatan Adler, ketika Adler tersandung dalam perjalanannya menuju kursi drum, maka anggapan pers dan publik bahwa Adler  tetap tergantung pada zat narkotika tampaknya sudah tidak diragukan lagi.
Axl menyelesaikan penampilan mereka yang singkat itu, (sebenarnya saat itu GNR ingin memainkan lebih banyak lagu, namun kondisi Adler sudah sangat buruk maka sebagian dari mereka memutuskan untuk menampilkan dua lagu saja). Diakhir lagu Down On The Farm, Axl menyelesaikannya dengan teriakan “Selamat malam semuanya!!” dan segera dicemoohkan oleh produser Dick Clark (Dick Clark inilah orang yang bertugas di American Music Award yang pernah dicerca Slash, 22 Januari 1990). Tampaknya penampilan malam itu adalah penampilan terakhir bagi Steven Adler bersama Guns N’ Roses. (lihat youtube: Guns N’ Roses Live at Farm Aid IV Indiana – Down On The Farm).
Upaya Mereformasi Diri
Betapapun apiknya band tersebut muncul di pertunjukan, menurut Slash, penetapan waktu oleh Steven Adler  tidak akurat. Adler mengkritik Slash dengan marah tentang kontrak yang telah ditandatanganinya yang menjanjikan bahwa Slash akan tetap bersih dari narkoba untuk berbagai pertunjukan dan latihan. Namun, jelas bahwa Slash tidak memiliki pilihan selain memasuki pusat rehabilitasi sebelum dapat menggarap Use Your Illusions. Namun, ketika Slash telah berhasil dengan program rehabilitasinya, Adler justru keluar dari klinik Bryon dan kembali mengkonsumsi narkoba, maka rencana besar untuk mereformasi diri masing-masing berakhir gagal.
Slash memberi komentar pada waktu itu, “Saya pindah ke sebuah apartemen, apartemen termurah yang dapat saya temukan, tetapi itu sudah begitu lama. Dan saya larut dalam mariyuana dan kokain dan semua busa yang menyertainya sehingga akhirnya hal itu tidak dapat dikendalikan. Oleh karena itu, saya membersihkan diri dari narkoba dan membeli sebuah rumah. Saya pergi dan membersihkan diri dan kemudian saatnya tiba untuk giliran Steven.”
Slash kemudian menyatakan dalam sebuah wawancara dengan majalah Musician bahwa “bualan Steven telah ada dimana-mana, dan dia berbohong kepada kami tentang penggunaan narkobanya setiap hari”.

Slash melanjutkan, “Di Rumbo (studio rekaman tempat GNR akan merekam Use Your Illusion), Steven akan mengangguk-angguk sampai dia duduk di atas bangku dengan kepala menyentuh lantai. Dia berkata, ‘aku lelah, aku mengantuk’ dan dia tidak dapat bermain. Itulah keadaan sebenarnya. Kami memberikan dia waktu dan kesempatan yang begitu banyak untuk memulihkan diri. Ketika kami semua telah pulih (setidaknya mereka telah bisa bekerja dengan baik tanpa menggunakan narkoba) sebaliknya Steven tidak ada tanda-tanda untuk pulih. Kami selalu mengatakan pada satu sama lain bahwa keadaannya menjadi benar-benar buruk. Semua orang hadir untuk individu yang membutuhkan bantuan tersebut. Itulah cara kami bertahan sebagai sebuah band. Tetapi Steven tidak pernah berterus terang kepada kami seberapa parah keadaannya.”
Steven Adler Dipecat
Materi lagu untuk album Use Your Illusion sudah siap untuk direkam, namun kondisi Steven waktu itu tidak cukup membaik untuk bekerja. Walaupun lagu “Civil War” sudah mereka rekam bersama Steven Adler waktu itu, namun proses rekaman lagu itu membuat Slash dan Axl sangat marah kepada Steven.  Axl Rose menyatakan bahwa lagu Civil War baru bisa dikatakan sempurna setelah melewati proses rekaman 60 kali diulang-ulang. Menurut Slash dalam sebuah artikelnya, bahwa drum track Civil War harus dimainkan ulang oleh Steven sebanyak 20 atau 30 kali sampai benar-benar sempurna.
Slash berkata, “Kami tidak dapat mengerjakan apa pun di Rumbo (studio rekaman). Steven membuat kami sial. Kami harus mengedit drum track untuk Civil War sehingga kami dapat bermain sesuai dengannya.”
Keadaan semakin memburuk bagi Steven dan mereka mulai melirik pada drummer lain, 11 Juli 1990 Steven Adler dipecat.
MATT SORUM (1990)
 Setelah mempertimbangkan Adam Maples dan Martin Chamblers untuk posisi penabuh drum yang hampir kosong, akhirnya mereka memilih penabuh drum The Cult, Matt Sorum. Band tersebut telah bermain dengan The Cult beberapa kali dan tahu bahwa Sorum cukup baik sebagai seorang penampil yang andal dan mantap.
Setelah Steven benar-benar resmi dipecat, Steven justru menyalahkan GNR atas kecanduannya terhadap narkoba, dia menyalahkan mereka karena merekalah yang menyebabkan dia seperti ini. Pada tahun 1993, ada penyelesaian di luar pengadilan sebesar 2,5 juta dollar.

Pada saat Axl Rose dan Steven Adler menyelesaikan masalah mereka (gugatan Steven terhadap GNR), terjadi perselisihan yang cukup hebat hingga, Axl Rose melemparkan sepiring spaghetti. Kejadian Spaghetti inilah yang kemudian akan dijadikan judul album GNR pada tahun 1993, “The Spaghetti Incident??”.
Menurut Axl, “Pada satu kali, untuk menjadikan band ini tetap bersatu, saya pernah merasa perlu untuk memberinya satu bagian dari hak publikasi saya (royalty), tetapi dia melontarkan reaksi yang emosional dan berkata bahwa dia tidak akan tetap berada dalam band ini. kami cemas kalau-kalau kami tidak mampu merekam album ini, sehingga saya melakukan apa yang seharusnya saya lakukan. Dalam jangka panjang saya membayar dengan sangat ekstensif untuk menjaga supaya Steven tetap berada dalam band ini. saya membayar 1,5 juta dollar AS dengan memberinya 15% dari hak publikasi (royalty) saya dari Appetite For Destruction. Dia tidak menulis satu nada pun, tetapi dia mengatakan bahwa saya(axl rose) egostis! Dia mampu hidup dari uang itu, membeli banyak narkoba dan mempekerjakan para pengacara untuk menggugat saya. Jika dia kalah dalam gugatannya terhadap kami, kemudian harus membayar para pengacara tersebut, dan jika dia masih memiliki uang sisa, uang itu pasti berasal dari Guns N’ Roses dan saya sendiri.”
Ada banyak pernyataan lebih lanjut yang amat tidak disukai oleh Adler, tetapi Axl sudah marah, “Pada tahap ini, saya benar-benar tidak peduli terhadap apa yang terjadi pada Steven Adler” , dia berkata dengan ketus, “Karena dia telah menarik diri dari kehidupan saya, dari perhatian dan pengurusan saya. Saya kasihan padanya dengan beberapa cara, karena dia benar-benar merupakan orang yang rusak. Tetapi dia memilih untuk tetap berada dalam kerusakan itu. Tidak ada yang dapat  kami lakukan pada tahap ini. kami membawanya ke panti rehabilitasi, kami(GNR) mengancam para pengecer narkobanya dan kami mengurusnya, ketika dia menyayat pergelangan tangan istri saya(Axl Rose). Saya memaafkannya setelah dia hampir membunuh istri saya (Erin Everly). Saya harus menghabiskan satu malam dengan istri saya di sebuah unit perawatan intensif sebab jantungnya berhenti berdetak karena Steven. Istri saya histeris dan Steven menyuntiknya dengan speedball (campuran heroin dengan kokain). Istri saya tidak pernah mengkonsumsi narkoba, dan Steven menyuntiknya dengan campuran heroin dan kokain.”
Menurut Axl, dia adalah teman baik Adler. Bagi seseorang seperti Axl yang membanggakan dirinya sebagai orang yang tidak mau dibodohi, dia merasa bahwa Steven telah beranjak cukup jauh dan menguji kesetiaan Axl diluar kelayakan. Axl menjelaskan, “Saya menahan diri dari melakukan apapun kepadanya. Saya menjaga orang itu dari dendam anggota keluarga istri saya. Saya menyelamatkannya dari keharusan ke pengadilan karena ibunya ingin dia bertanggung jawab atas tindakan-tindakannya. Dan anak haram jadah itu berbalik menyerang saya?”

Komentar Duff McKagan terhadap Steven Adler
Duff lebih melankolik, tetapi tampaknya juga memiliki opini bahwa dia telah membantu Steven seperti apa yang telah dilakukan oleh Axl. Duff mengingat pada 2002, “Kami mengatakan kepadanya, ‘Steven,engkau kacau balau’. ‘Aku dan Slash, kami memang kacau, tetapi engkau benar-benar kacau balau steven’.”
Saya ingat pernah berkata kepadanya : “Jika aku dan Slash mengatakan bahwa engkau kacau balau, pikirkanlah siapa yang mengatakannya”.   Bahwa mungkin saya berusaha agak lebih keras untuk menjadikan dia tetap berada dalam band ini, karena saya tidak bekerja dengan dia setiap hari seperti rekan-rekan yang lain. Saya pernah membaca dalam berbagai wawancara di mana dia mengatakan bahwa dia sudah bersih. Untuk sebagian besar waktu, dia tidak bersih. Dia adalah tipe orang yang ingin segala sesuatu diserahkan kepadanya, dan dia memang mendapatkannya. Dia membuat urusan-urusan saya diserahkan kepadanya.”
Tampaknya pengalaman Steven yang bergelut dengan narkoba ini ditampilkan oleh salah satu acara televisi di Amerika untuk program rehabilitasi narkoba (reality show “Celebrity Rehab“).Sampai tahun 2009 pun Adler masih didera kecanduan narkoba, entahlah saat ini. saat ini dia melucurkan sebuah buku biografinya yang berjudul, “My Appetite for Destruction: Sex, and Drugs, and Guns N’ Roses“, yang bercerita tentang masalah obat-obatan sekaligus kisah bersama bandnya.
Satu kisah dari The Original Guns ini bisa kita petik hikmahnya, betapapun hebatnya seorang musisi maka ia akan hancur hidupnya oleh narkoba. Steven memang mempunyai kecepatan tangan yang hebat untuk memukul drum, dia bisa memainkan drum dengan begitu indahnya hanya bermodalkan 1tom,1floor,1kick,1snare,2crash,1ride,1chinesse cymbal, dan large cowbell. Narkoba telah menghancurkan kariernya, menghancurkan masa depan dan merusak hubungan baik dengan para temannya. Kita ngefans sama dia karena kehebatan dan bakatnya, namun kita seharusnyalah meninggalkan apa yang seharusnya tidak kita ambil darinya. Semoga kita semua adalah orang-orang yang dijauhkan dari pengaruh narkoba.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar